Kangkanung adalah gong dalam ukuran kecil. Dalam permainannya, Kangkanung berjumlah lima buah. Kangkanung memang biasa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia tetapi dengan nama berbeda.
Di Jawa, Kangkanung disebut dengan Kenong walau lebih mengarah kepada Bonang bila dikaitkan dalam ensemble gamelan. Sedangkan di Bali disebut dengan Reong dan Talempong untuk Minang.
Menariknya, di Kalimantan Sendiri nama Kangkanung pun beragam tergantung dari suku. Suku Dayak Ngaju, Ma’anyan, Taboyan, Dusun, dan Lawangan menyebut sebagai Kangkanung atau Kanung. Sedangkan Suku Dayak Siang menyebutnya dengan istilah Klentang.
Kangkanung terbuat dari campuran tembaga, timah, dan kuningan yang memiliki diameter sekitar 20 cm. ada tonjolan di bagian tengah yang berfungsi untuk bagian yang dipukul agar menghasilkan suara. Bagian tengah ini memiliki diameter sekitar 3-5 cm.
Alat musik Kangkanung dimainkan dengan cara dipukul. Lima buah Kangkanung disusun berbaris memanjang di atas wadah kotak persegi panjang yang dibuat dari kayu. Kemudian dua buah pemukul yang terbuat dari kayu disiapkan untuk memukul bagian menonjol Kangkanung. Posisi pemain yang memainkan Kangkanung adalah duduk bersila.
Kamu bisa menemukan alat musik Kalimantan Tengah satu ini pada upacara adat ritual Balian. Ini karena bunyi yang dihasilkan mirip dengan Gelang yang digunakan penari Balian di pergelangan tangan mereka.







0 komentar:
Posting Komentar