Senin, 11 Desember 2023

KRUMPYUNG



Krumpyung biasanya digunakan untuk mengiringi lagu langgam Jawa, uyon-uyon, dan campursari.

Krumpyung pertama kali diciptakan oleh Sumitra, warga Dusun Tegiri, Kokap, Kulonprogo pada tahun 1973. Sumitra membuat Krumpyung karena mendengar rengekan seorang anak berusia 9 tahun yang meminta sang ayah untuk dibelikan sebuah gamelan.

Karena keterbatasan bahan baku, Sumitra memutuskan untuk membuat alat musik menyerupai gamelan bambu. Ia kemudian memulai membuatkan alat musik untuk anak pertamanya, Witra Purbadi.

Setelah jadi, alat musik itu kemudian diberi nama krumpyung. Nama itu berasal dari bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tersebut.

Alat musik krumpyung memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh gamelan karena bahan dasarnya berbeda, sehingga bunyi yang dihasilkan juga berbeda walau nadanya sama.

Pembuatan krumpyung membutuhkan jenis bambu tertentu. Tujuannya, agar dapat menghasilkan bunyi yang bagus.

CARA MEMAINKAN KRUMPYUNG

Untuk menggunakan alat musik krumpyung, berikut beberapa langkah yang perlu diikuti:

  1. Pertama, letakkan krumpyung di permukaan yang datar dan stabil.
  2. Kemudian, pukul krumpyung dengan Penguntit (palu kecil yang terbuat dari kayu atau logam).
  3. Gunakan tangan lain untuk mengekang rasa getaran yang dihasilkan oleh pukulan krumpyung.
  4. Anda dapat mengatur kekuatan pukulan untuk mengubah volume dan kekuatan suara yang dihasilkan.
  5. Ulangi pukulan dengan kekuatan yang sesuai untuk menghasilkan ritme dan melodi yang diinginkan.

0 komentar:

Posting Komentar