Senin, 11 Desember 2023

ENTEBONG


Alat musik entebong adalah alat musik khas suku Dayak di Kalimantan Timur. Alat musik ini terbuat dari kayu berbentuk tabung panjang dengan celah di bagian tengahnya. Entebong biasanya dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari atau memetiknya dengan menggunakan sehelai benang. Suara yang dihasilkan oleh alat musik ini sangat unik dan khas.

CARA MEMAINKAN 

Untuk memainkan alat musik entebong, Anda perlu memegangnya dengan tangan kanan dan menyejajarkan ibu jari pada celah di tengahnya. Jari-jari tangan kanan dapat menekan senar pada bagian atas tabung untuk menghasilkan suara yang berbeda. Anda juga dapat menggunakan tangan kiri untuk memetik senar atau memainkan melodi dengan jari-jari tangan kanan. Dengan mempelajari teknik memainkan entebong dengan baik, Anda dapat menghasilkan melodi yang indah dan merdu.

TIPS BERMAIN ENTEBONG 

Berikut adalah beberapa tips untuk bermain a
lat musik entebong secara lebih baik:

  1. Latihlah jari-jari tangan Anda agar terampil dalam memetik senar dan menekan senar pada entebong.
  2. Perhatikan posisi jari-jari tangan Anda ketika memainkan entebong agar Anda dapat menghasilkan akord yang tepat.
  3. Perhatikan kekuatan tekanan jari-jari tangan Anda pada senar agar menghasilkan suara yang tidak terlalu keras atau terlalu lembut.
  4. Praktikkan skala-skala dasar untuk memperbaiki keahlian bermain entebong Anda.
  5. Eksplorasi berbagai teknik memainkan entebong, seperti menggunakan kuku atau menggunakan alat bantu seperti pick.

KANGKANUNG

 


Kangkanung adalah gong dalam ukuran kecil. Dalam permainannya, Kangkanung berjumlah lima buah. Kangkanung memang biasa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia tetapi dengan nama berbeda.

Di Jawa, Kangkanung disebut dengan Kenong walau lebih mengarah kepada Bonang bila dikaitkan dalam ensemble gamelan. Sedangkan di Bali disebut dengan Reong dan Talempong untuk Minang.

Menariknya, di Kalimantan Sendiri nama Kangkanung pun beragam tergantung dari suku. Suku Dayak Ngaju, Ma’anyan, Taboyan, Dusun, dan Lawangan menyebut sebagai Kangkanung atau Kanung. Sedangkan Suku Dayak Siang menyebutnya dengan istilah Klentang.

Kangkanung terbuat dari campuran tembaga, timah, dan kuningan yang memiliki diameter sekitar 20 cm. ada tonjolan di bagian tengah yang berfungsi untuk bagian yang dipukul agar menghasilkan suara. Bagian tengah ini memiliki diameter sekitar 3-5 cm.

Alat musik Kangkanung dimainkan dengan cara dipukul. Lima buah Kangkanung disusun berbaris memanjang di atas wadah kotak persegi panjang yang dibuat dari kayu. Kemudian dua buah pemukul yang terbuat dari kayu disiapkan untuk memukul bagian menonjol Kangkanung. Posisi pemain yang memainkan Kangkanung adalah duduk bersila.

Kamu bisa menemukan alat musik Kalimantan Tengah satu ini pada upacara adat ritual Balian. Ini karena bunyi yang dihasilkan mirip dengan Gelang yang digunakan penari Balian di pergelangan tangan mereka.

PANTING



Musik Panting adalah kesenian musik asli dari Suku Banjar  di Kalimantan Selatan Alat musik utama dalam musik Panting adalah alat musik petik yang disebut panting. Panting dimainkan bersama dengan suling, biola, kendang, kempul, gong, marawis, ketipung dan tamborin. Musik Panting termasuk dalam musik jenis kordofon dengan tangga nada diatonik. Musik Panting selalu dimainkan pada saat Tari Japin ditampilkan.Panting terbuat dari kayu nangka, Rengas, Laban kulit hewan, dan tali senar yang beragam. Bentuknya menyerupai gitar dengan ukuran yang lebih kecil dan ramping tanpa lekukan.Panting dapat dimainkan secara perorangan maupun beberapa orang.Panting kini sudah sangat jarang ditemui karena ditelan oleh Zaman.

BAGIAN BAGIAN PANTING

Panting dibagi menjadi beberapa bagian. Berikut penjelasan tentang bagian-bagiannya:

1. Kepala Panting, yaitu bagian paling atas Panting yang diberi tiga buah pemutar untuk memutar senar.

2. Tali Panting, yakni tiga senar yang dipasang dari bagian perut Panting sampai kepala Panting.

3. Leher Panting, yaitu bagian yang kurus dan panjang diantara perut dan kepala Panting.

4. Perut Panting, yaitu lebar yang ditutupi kulit kambing atau ular.

5. Pohon Panting, yaitu pangkal bagian bawah Panting.


SAPE

Sape atau lebih dikenal dengan Sampe sekilas alat musik ini mirip dengan gitar. Cara memainkannya pun sama-sama dipetik. Sape yang merupakan alat musik tradisional Kalimantan Timur sering digunakan untuk mengiringi acara-acara hajatan masyarakat Suku Dayak.

Sape terbuat dari kayu Adau yag banyak terdapat di Kalimantan.  Serta menampilkan corak ukiran khas Suku Dayak. Ukiran tersebut sangat dominan dan memenuhi permukaan alat musik yang memiliki panjang sekitar 1 meter itu.

Alat musik tradisional khas Kalimantan mirip dengan gitar yang memiliki dawai dan dimainkan dengan cara dipetik. Alunan yang keluar dari alat musik ini sangat indah. Hal yang menarik lagi dari Sape adalah bisa dikolaborasikan dengan alat musik modern, seperti gitar, bass, drum dan keyboard.

CARA MEMAINKAN 

Sape adalah alat musik petik. Bentuk Sape mirip gitar namun cara permainannya berbeda. Perbedaaannya terletak pada posisi grip dan tidak ada lubangnya untuk menggaungkan bunyi petikan senar. Sumber bunyi hanya berasal dari senar. Alat musik Sape biasanya dimainkan dengan mengikuti perasaan pemain atau pemetiknya. Tradisi masyarakat suku Dayak yang dekat dengan alam menjadikan alunan Sape mengikuti suasana alam sekitarnya. Cara memainkan Sape awalnya menyelaraskan senar-senar Sape dengan perasaan pemetiknya. Hal tersebut dilakukan, karena Sape adalah alat musik yang berfungsi untuk menyampaikan perasaan. Karena itu, hasil stem dari senar-senar tersebut akan berbeda. Suara senar yang dihasilkan berupa nada-nada dasar. Supaya nada-nadanya selaras perlu dilakukan dengan memindahkan ndon. Cara tersebut membuat Sape dapat dimainkan sesuai dengan nada lagu yang diinginkan. Jika pemain ingin memainkan lagu lain maka dia perlu menyelaraskan ndon sesuai keinginan permain. Caranya dengan memetik menggunakan kedua jemari tangan, baik tangan kiri maupun tangan kanan. Lagu yang dimainkan sesuai dengan perasaan pemetik.

FUNGSI SAPE

Sape dimainkan untuk mengiringi tari-tarian adat dan upacara ritual suku Dayak lainnya. Hingga saat ini, kepercayaan tuah Sape masih diyakini oleh sesepuh masyarakat Dayak. Misalnya, pada saat Sape dimainkan dalan suatu upacara adat. Seluruh orang akan terdiam saat mendengarkan petikan Sape, kemudian lantunan doa atau mantra yang dibacakan bersama akan terdengar sayup-sayup. Dalam suasana tersebut, tidak jarang beberapa di antaranya akan kerasukan roh halus atau roh leluhur. Sape juga berfungsi sebagai alat musik untuk menyatakan perasaan sayang, gembira, kerinduan, dan duka nestapa.


JATUNG UTANG



Jatung Utang adalah alat musik tradisional suku dayak kenyah di Sarawak dan Kalimantan. Jatung Utang Terbuat dari kayu berbentuk gambang dan termasuk dalam kategori alat musik Xilofon. Cara memainkan Jatung Utang cukup sederhana yaitu dipukul dengan 2 buah batang kayu terpisah pada tiap lempengan kayunya, tiap lempengan kayu diikat di atas tali yang dipasang pada blok kayu yang tersusun dan akan mengeluarkan kunci nada yang berbeda-beda. Jatung Utang sendiri biasanya digunakan sebagai alat pengiring upacara adat dan tari Suku Dayak Kenyah.

SEJARAH 

Alat Musik Jatung Utang sudah digunakan sejak zaman dahulu kala oleh Suku Dayak Kenyah dalam mengisi acara-acara adat, namun kabarnya alat musik yang satu ini merupakan alat musik yang ditemukan secara tidak sengaja oleh para petani yang sedang menunggu padi di sawah. Di dalam mengisi waktu tersebut, mereka mengambil bekas-bekas kayu ketika mereka membuka ladang. Dari kayu itulah kemudian mereka rangkai pada seutas tali dan mencoba mencocokkan dengan nada-nada yang dikeluarkan oleh alat musik Sampe maka ditemukanlah rangkaian kayu yang mengeluarkan nada yang sama notasinya dengan nada-nada yang ada pada alat musik Sampe, bedanya bila alat musik sampe di petik sedangkan Jatung Utang di pukul.

CARA MEMBUAT 

Bahan yang digunakan untuk membuat Jatung Utang adalah kayu Lempung dan kayu Meranti yang sebelumnya sudah dikeringkan. Biasanya diambil dari batang kayu yang lurus dan mempunyai garis tengah 7 sampai 8 centimenter. Kemudian batang kayu tersebut dipotong menjadi dua sesuai dengan nada yang akan timbulkan. Umumnya potongan kayu yang panjang untuk nada rendah dan sebaliknya kayu yang pendek untuk nada yang tinggi. Selanjutnya belahan kayu tadi diserut dengan maksud untuk menemukan nada yang diinginkan. Dasar menyerut batang kayu untuk menghasilkan nada yang diinginkan dalam pembuatan Jatung Utang tidak seperti pembuatan alat musik modern seperti piano, tetapi disesuaikan berdasarkan ketajaman pendengaran si pembuat.Setelah proses penyerutan selesai, batang-batang kayu tadi di serut juga pada bagian belakang dan dipotong sedikit demi sedikit untuk mendapatkan nada yang akurat sesuai keinginan pembuat. Tentunya dalam proses pembuatan Jatung Utang dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan tingkat tinggi, karena proses pembuatanya yang masih mengguankan alat-alat tradisional.

CARA MEMAINKAN 

Dalam memainkan alat musik Jatung Utang ini terdapat dua cara, yaitu:

  1. Pertama: sipemain dengan membentangkan kakinya lurus kedepan. Di atas kedua kaki ini diletakkan alat musik jatung Utang, dari ujung betis hingga paha, degan urutan nada-nada tertinggi hingga terendah. Disini kaki mempunyai tugas sebagai alat yang menopang alat musik Jatung Utang, seolah-olah posisinya seperti memangku alat tersebut.
  2. Kedua: sipemain duduk santai dengan menghadap Jatung Utang yang digantungkan pada tempatnya dan ujung lainya di ikatkan pada pinggang si pemain.

Jatung Utang dibunyikan dengan cara memukul dengan alat pemukul yang disebut Petit, semacam tongkat kayu pendek dengan panjang 20 centimenter dan besar diameter 3 centimenter. Di dalam memainkan alat musik Jatung Utang ini, kedua tangan kiri dan kanan berfungsi secara aktif, seolah-olah menari di atas bilah kayu. Cara memainkannya tidak jauh beda dengan alat musik Vibrapone atau alat musik Kulintang dari Sulawesi Utara, akan tetapi ada sedikit perbedaan dengan dua alat musik tersebut yaitu, si pemain Jatung uatang seolah-olah mempunyai tugas rangkap yaitu sebagai melodi dan pengiring dalam aransement sebuah musik. Biasanya musik yang dimainkan adalah musik-musik yang juga di iringi oleh Sampe

KRUMPYUNG



Krumpyung biasanya digunakan untuk mengiringi lagu langgam Jawa, uyon-uyon, dan campursari.

Krumpyung pertama kali diciptakan oleh Sumitra, warga Dusun Tegiri, Kokap, Kulonprogo pada tahun 1973. Sumitra membuat Krumpyung karena mendengar rengekan seorang anak berusia 9 tahun yang meminta sang ayah untuk dibelikan sebuah gamelan.

Karena keterbatasan bahan baku, Sumitra memutuskan untuk membuat alat musik menyerupai gamelan bambu. Ia kemudian memulai membuatkan alat musik untuk anak pertamanya, Witra Purbadi.

Setelah jadi, alat musik itu kemudian diberi nama krumpyung. Nama itu berasal dari bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tersebut.

Alat musik krumpyung memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh gamelan karena bahan dasarnya berbeda, sehingga bunyi yang dihasilkan juga berbeda walau nadanya sama.

Pembuatan krumpyung membutuhkan jenis bambu tertentu. Tujuannya, agar dapat menghasilkan bunyi yang bagus.

CARA MEMAINKAN KRUMPYUNG

Untuk menggunakan alat musik krumpyung, berikut beberapa langkah yang perlu diikuti:

  1. Pertama, letakkan krumpyung di permukaan yang datar dan stabil.
  2. Kemudian, pukul krumpyung dengan Penguntit (palu kecil yang terbuat dari kayu atau logam).
  3. Gunakan tangan lain untuk mengekang rasa getaran yang dihasilkan oleh pukulan krumpyung.
  4. Anda dapat mengatur kekuatan pukulan untuk mengubah volume dan kekuatan suara yang dihasilkan.
  5. Ulangi pukulan dengan kekuatan yang sesuai untuk menghasilkan ritme dan melodi yang diinginkan.

Senin, 04 Desember 2023

TANJIDOR

 


Tanjidor  adalah alat musik khas Betawi yang dimainkan secara berkelompok. Alat musik ini dimainkan dengan ditiup.Tanjidor berasal dari kata Tanji dan dor. Tanji berarti menabuh sedangkan dor adalah bunyi dor, dor, dor. Dua kata itu digabungkan menjadi tanjidor.Alat musik ini kerap digunakan dalam acara pernikahan, khitanan, dan pawai.

SEJARAH TANJIDOR 

Sejarahnya, Tanjidor muncul pertama kali di Tanah Air pada abad ke-19 tepatnya tahun 1820. Dikutip dari Wikipedia, bahwa Augustijn Michiels, atau saat itu lebih dikenal dengan Mayor Jantje, yang pertama kali menggunakannya di daerah Citrap - sekarang dikenal Citeureup. Ia disebut-sebut sangat berperan besar dalam pembentukan orkes Tanjidor.
 
Keluarga Mayor Jantje memang sangat kaya. Ia memiliki banyak tanah dengan villa-villa mewah di atasnya, dan karena itu juga ia memiliki banyak budak pribumi.
 
Agar ada yang memainkan alat musik yang  dibawanya, Sang Mayor lalu membuat kelompok musik yang diberi nama Het Muziek Corps der Papangers. Yang menarik, para pemain musik adalah budaknya sendiri. Agar budak-budaknya itu mumpuni bermain musik, ia memanggil guru les dari Belanda untuk mengajari mereka bermain musik.
 
Para budak ini memainkan alat-alat musik khas Eropa seperti tamburin Turki, terompet Perancis, drum bas, dan clarinet. Mayor Jantje sering menyuruh grup musiknya ini bermain ketika ia mengadkan pesta atau jamuan makan.
 
Saat perbudakan dihapuskan pada tahun 1860, budak-budak ini meerdeka kemudian membentuk perkumpulan musik yang dinamakan Tanjidor dengan gaya musik yang tidak berubah. Dari situlah Tanjidor mulai dikenal dan berkembang hingga daerah pinggiran Jakarta seperti Depok, Cibinong, Citeureup, Jonggol, Parung, Bogor, Bekasi dan Tangerang.

CARA MEMAINKAN TANJIDOR 

Cara memainkan Alat Musik Tanjidor cukup mudah, setiap orang dalam grup memiliki tugasnya masing-masing sesuai dengan alat music yang di pegangnya. Dalam satu grup biasanya terdiri dari 7 hingga 10 orang tergantung banyak atau tidaknya alat music yang di mainkan. Kemudian para pemain mulai memainkan alat musiknya masing-masing dengan selaras sesuai dengan nadanya.


Selain alat music tiup, biasanya di dalam grup orkes tanjidor juga terdapat alat music lainnya yang di gunakan sebagai pengiring dan pelengkap. Misalnya saja alat music tabuh seperti drum maupun alat music gesek seperti tehyan contohnya.



DOGDOG LOJOR

 


Dogdog Lojor merupakan salah satu alat musik tradisional Banten. Dinamakan Dogdog, karena alat musik jenis ini dimainkan dengan cara ditabuh dan menghasilkan suara “dog..dog..”.

Sementara nama Lojor berarti panjang, hal ini mengacu pada ukuran dan bentuk alat musik Dogdog Lojor yang panjangnya mencapai 1 meter.

Alat musik Dogdog Lojor dibuat dari bahan kayu yang berbentuk silinder memanjang. Bagian tengahnya dibiarkan berongga, dengan salah satu bagiannya ditutup dengan lapisan dari kulit kambing. Kulit kambing tersebut direntangkan dan diikat dengan seutas tali yang dibuat dari kulit bambu.

Pada awal ditemukan dan perkembangan alat musik jenis Dogdog Lojor ini berasal dari Kabupaten Lebak, yakni bagian selatan Banten. Dogdog Lojor dimainkan untuk mengiringi ritual adat masyarakat Baduy. Tabuhan alat musik ini dibawakan dengan suasana hati yang riang gembira, hal ini diartikan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang telah didapatkan masyarakat Banten.


ANGKLUNG


Angklung merupakan salah satu musik tradisional indonesia yang terbuat dari bambu. Angklung dikenal sebagai  alat musik yang berasal dari tanah sunda yakni Jawa Barat. Berbeda dengan alat musik lainnya yang dipukul atau ditiup, cara memainkan angklung terbilang unik karena dilakukan dengan cara di goyangkan atau digetarkan. Angklung terdiri dari dua, tiga atau empat bambu dengan susunan dua, tiga dan empat nada. Bambu yang biasa digunakan untuk membuat angklung adalah awi wulung atau bambu hitam dan awi temen atau bambu putih. 

JENIS - JENIS ANGKLUNG 

Alat musik tradisional ini dibagi menjadi beberapa jenis angklung 

1. Angklung Pentatonis ( Angklung Tradisional ) 

    Pada Angklung pentatonis dibagi menjadi beberapa jenis, yakni : 

        a. Angklung Kanekes

        b. Angklung Dogdog Lojor 

        c. Angklung Gubrag

        d. Angklung Badeng

        e. Angklung Buncis 

2. Angklung Modern / Diatonis ( Angklung Daeng ) 

    Besar kecilnya angklung yang digunakan biasanya disesuaikan dengan usia pemain yang akkan memainkan lagu dalam penampilan angklung. 

CARA MEMAINKAN ANGKLUNG

Cara memainkan angklung yang pertama diperhatikan adalah cara memegang angklung. Kedua tangan berada di posisi pegangan yang berbeda beda, tergantung jenis angklung yang akan dimainkan kemudian harus menentukan ritme yang aan dimainkan. Setelah ritme ditentukan angklung bisa dimainkan dengan cara digoyang atau digetarkan sesuai dengan ritmen yang ditentukan. 






Minggu, 03 Desember 2023

DEMUNG

 


Demung adalah alat musik tradisional Jawa Tengah yang masih termasuk di dalam keluarga balungan. Dalam pagelaran musik gamelan, biasanya terdapat dua jenis demung, yaitu demung dengan nada pelog dan slendro.

Meskipun bentuknya cukup besar, namun demung justru menghasilkan nada oktaf terendah dalam alat musik balungan. Demung biasanya terbuat dari logam kuningan, dan kamu cukup memukulnya dengan alat pemukul khusus untuk memainkannya.

Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, demung ditabuh dengan keras dan cepat. Sedangkan gendhing Gati ditabuh lambat namun keras.

FUNGSI DEMUNG 

Demung adalah salah satu dari tiga macam gamelan tradisional jawa (selain slenthem dan gender). Demung bisa diiartikan sebagai tangan kanan (dibalik). Begitu pula dengan fungsi dari demung sendiri, mosting untuk melengkapi suara gender yang merupakan tangannya.

 CARA MEMAINKAN DEMUNG 

Dalam memainkan demung, tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya.  



KEMPUL



 


Kempul merupakan alat musik tradisional Jawa Timur yang mempunyai bentuk mirip dengan gong tapi mempunyai bentuk yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan alat musik gong. Alat musik kempul juga merupakan salah satu alat musik keluarga dari gamelan Jawa.

Alat musik kempul merupakan bagian dari kesenian jaranan senthrewe, yakni sebuah kesenian rakyat yang sudah dikenal pada abad ke-13. Kesenian sentherewe bisa dilihat secara visual, dikarenakan kesenian ini telah terpahat pada relief candi Penataran yang ada di Blitar.

Kesenian ini terdiri dari beberapa komponen, diantaranya adalah 2 buah jaranan, 1 buah jepaplok yang bisa diiringi dengan 1 buah kendang, 2 sarone dan juga 1 kempul. Jaranan sentherewe ini mengisahkan tentang keperkasaan pasukan berkuda yang dimiliki oleh Raja Klana Sewandana.

Pasukan tersebut akan bertempur untuk menghadapi musuhnya dan diwujudkan ke dalam bentuk barong atau jepaplok. Kesenian bertujuan untuk mengumpulkan para warga dalam acara bersih-bersih desa.

FUNGSI ALAT MUSIK KEMPUL 

Kempul dalam gamelan jawa berfungsi sebagai pengiring lagu dan sebagai penegas irama lagu dalam gamelan. jika tidak ada kempul dalam permainan gamelam, maka permainan gamelan akan terasa ada yang kurang. 

CARA MEMAINKAN ALAT MUSIK KEMPUL 

Ada beberapa teknik dalam memainkan kempul yang harus dikuasai. Pertama, pemain harus mengangkat kempul dengan tangan kiri dan memukulkan pemukul (pencon) dengan tangan kanan. Kemudian, pemain harus menahan kempul dengan tangan kanan saat memukul kempul dengan pemukul menggunakan tangan kiri. Hal ini dilakukan agar suara kempul dapat keluar dengan jelas dan stabil